<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=625693057518243&amp;ev=PageView&amp;noscript=1">

Apa Yang Kita Lakukan

Milestone

2019

COVID-19 ASSSTANCE: In responding to the Covid-19 pandemic, we did a fundraising campaign for our communities that spread around the country. With the generosity of our donors we were able to provide assistance for more than 60.000 people. COMMUNITIES : For years, we adopted 26 communities & we provide the formal integrated education for 1.024 children in those communities through Sponsor A Child program. FEEDING PROGRAM: We work together with JMM ministries in providing nutritional meals for our sponsored children in their school days. HEALTH SERVICES: As part of transforming the community that we work with, we also provide basic medical check up , vitamins & medicines for the people. HOME RENOVATION PROGRAM: After waiting more than 20 years, finally in November 2020 Trivena, one of our Sponsor a Child received a new home. JOY BAG : World Harvest collaborated with IFGF church to give an unforgettable Christmas gifts for the children and their families in the community. We were able to put smiles on over 1.100 families by giving “Joy Bag” that contained stationeries and groceries.

2018

Membantu 151 tempat pengungsian bencana dengan menyediakan air bersih, perlengkapan kebutuhan bayi, obat-obatan dan tenda kepada kurang lebih 15.000 keluarga.
Mengirimkan total 8 ton bantuan yang terdiri dari makanan, air bersih, dan obat-obatan kepada para korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah.
Mengadakan proyek BEDAH RUMAH untuk satu kelaurga anak asuh di daerah Jatinegara, Jakarta Timur.
Bermitra dengan Hand Of Hope dalam menyediakan 225.070 porsi makanan sehat bagi 710 anak asuh yang tersebar di enam wilayah komunitas binaan.
Sebanyak 20 anak asuh binaan World Harvest menerima penghargaan dalam Kompetisi Matematika Dan Olimpiade Sains di wilayah Tangerang.

2017

Memberikan Makanan Sehat kepada 209.220 anak-anak Indonesia di area - area perkampungan.
Melakukan program Beda Rumah kepada salah satu keluarga dari Anak Asuh, yaitu Septian Bayu Tirta, di daerah Jakarta.
Memberikan bantuan pengobatan gratis kepada 1.100 orang.
Menyekolahkan anak asuh sejumlah 343 murid yang tersebar di 6 (enam) lokasi Sekolah Wahana Harapan).

2016

Sebanyak 171.600 porsi makanan bernutrisi diberikan kepada 650 anak melalui Program Makanan Sehat, sebanyak lima kali dalam semingu.
Memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 5.340 orang.
Berhasil meluluskan anak asuh sebanyak 1.499 orang (mulai dari jenjang TK hingga SMA).

2015

Memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, pakaian dan bantuan darurat kepada 9.671 orang terdampak oleh bencana alam di Jakarta, Nepal, dan Afrika.
Memberikan Makanan Sehat kepada 156.500 anak.
Memberikan bantuan pengobatan gratis kepada 4.000 orang. Berhasil meluluskan 1.518 anak asuh mulai dari jenjang TK hingga SMA.
Sebanyak 414 anak asuh bersekolah di 9 (sembilan) cabang Sekolah Wahana Harapan yang tersebar di berbagai area.

2014

Membangun 5 pusat Feeding Center yang bekerjasama dengan Hand of Hope, USA.

2013

Mendirikan Sekolah Wahana Harapan.
Taman Kanak Kanak di Kedaung dan Sekolah Menengah Atas di daerah Tegalangus, Tangerang, bekerjasama dengan Emilie Faith Foundation.

Mendistribusikan bantuan pangan kepada 25.00 keluarga yang terdampak, di daerah Kampung Melayu, Bekasi, Cengkareng, Teluk Gong, Kampung Sawah, Dadap, Muara Baru, dan Cilincing.

2012

Sembilan ribu anak mendapatkan beasiswa pendidikan melalui Program Anak Asuh.
1.500 anak asuh World Harvest merayakan kelulusan.
World Harvest telah mendirikan 14 sekolah dengan siswa yang terdaftar sebanyak 525 anak.
2.596 orang mendapatkan pelayanan kesehatan dan 152 orang mendapatkan pelayanan kesehatan gigi.

2009

Meresmikan Sekolah Dasar Wahana Harapan.
Sekolah ini dibangun di area Kampung Melayu bekerjasama dengan Women Of Nation.
Memberikan Bantuan Korban Gempa Padang.
Dengan memerikan bantuan obat-obatan dan kebutuhan lain kepada lebih dari 200.000 korban bencana.

2004

Pada tanggal 26 Desember 2004, Tsunami terbesar sepanjang sejarah menghancurkan wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Tragedi ini memakan korban lebih dari 250.000 jiwa. Sementara 70.000 orang lainnya terpaksa berada di pengungsian karena kehilangan tempat tinggal.

World Harvest dengan segera mengirimkan bantuan peralatan medis. Tim dokter dan suster, konselor dan beberapa volunteer lainnya ke Aceh dan Nias. Tim Dokter dari berbagai belahan dunia berdatangan ke area bencana dan bekerjasama melayani korban bencana bersama World Harvest Care Center. World Harvest kemudian bermitra dengan berbagai organisasi internasional seperti Somebody Cares dan Focus On The Family untuk memberikan bantuan kepada para korban yang selamat. Ratusan gereja dan individu dari seluruh dunia mempercayakan sumbangan dan bantuan mereka melalui World Harvest.

10 CTC (Community Transformation Center) dibangun untuk memperlengkapi rumah sakit dan klinik di sepuluh titik bencana terparah, kemudian mulai mengembangkan program-program umum di bidang mikro-ekonomi untuk membantu para korban Tsunami yang selamat.

Program Sponsor A Child (Anak Asuh) dimulai dengan 150 Anak Asuh.

2002

Tahun ini menjadi tahun yang penting bagi kami. Karena kantor pusat yang berada di Jalan Kaji 28 Jakarta akhirnya berpindah ke gedung baru, yaitu World Harvest Center yang berada di Lippo Karawaci, Tangerang. Setelah melalui perencanaan dan waktu pembangunan yang cukup lama, akhirnya World Harvest Center diresmikan pada 25 Januari 2002.

2000

Dimulai dari sebuah panggilan untuk memberi dampak yang lebih luas, hal ini menginspirasi kami untuk mengubah nama Indonesian Harvest Outreach (IHO) menjadi World Harvest. Kami mengkonsolidasi struktur organisasi di Indonesia sambil memperluas area pelayanan melalui kantor-kantor kami yang berada di Amerika, Belanda, Jepang, Korea dan Singapore

1998

Di tahun ini Indonesia mengalami kejatuhan luar biasa. Dimulai dari kerusuhan 98 yang berujung krisis ekonomi membuat kondisi bangsa kita terpuruk. Indonesian Harvest Outreach (IHO) bekerjasama dengan lebih dari 1400 organisasi lintas agama turut berpartisipasi dalam membantu proses pemulihan masyarakat Indonesia melalui gerakan Terang Bagi Bangsa. Gerakan ini kemudian dikenal dengan Somebody Cares Indonesia (SCI) yang diresmikan oleh presiden RI saat itu, Bapak B.J. Habibie. Gerakan ini memberi bantuan makanan kepada lebih dari enam juta orang selama krisis berlangsung. Sejak itu SCI menyediakan pusat bantuan bencana bagi daerah-daerah yang mengalami konflik dan bencana alam, disamping menyediakan bantuan berupa peralatan medias kepada rumah sakit yang membutuhkan.

1989

Sebagai negara keempat terbesar di dunia, Indonesia sangat membutuhkan pemimpin yang dapat turut membangun bangsa. Indonesian Harvest Outreach (IHO) menjadi organisasi nirlaba pertama yang didirikan oleh Jimmy Oentoro saat beliau sedang menyelesaikan studinya di Amerika Serikat. Program pertama yang diluncurkan saat itu adalah SEDOLAR SEHARI BAGI BANGSA ($1 a Day to Bless a Nation). Benih awal inilah yang kemudian menyebar dan berdampak kepada bangsa-bangsa.